Memilih Menikah di Bulan Syawal, Berikut 5 Keistimewaannya

Menikah bagi pasangan lelaki perempuan adalah momentum yang penting. Menikah itu menyatukan dua hati dan dua keluarga juga ibadah yang kedudukannya tinggi dan sakral. Untuk itu biasanya persiapan nikah dirancang dengan baik, termasuk memilih hari. Nah, setiap pasangan yang mau menikah berhak memilih hari pernikahannya sesuai dengan pertimbangan dan persetujuan kedua belah keluarga. Semua hari itu baik, namun ada beberapa pilihan hari yang dianggap istimewa dalam penanggalan hijriyah. Salah satunya Bulan Syawal.

Bulan Syawal menjadi salah satu bulan yang mulia pada kalender hijriyah. Umat muslim juga menganggap Bulan Syawal sebagai bulan yang istimewa. Beberapa pasangan pun memilih untuk mengikat janji suci di bulan ini. Apa saja sih keistimewaan menikah di bulan syawal?

1. Hari Kemenangan Umat Muslim

Pada bulan Syawal khususnya pada tanggal 1 seluruh umat muslim memperingati hari raya Idul Fitri. Hari yang kita sebut hari kemenangan. Pada hari itu, seluruh umat muslim telah mencapai kemenangan selepas melaksanakan puasa selama Ramadan.

Hari Kemenangan Umat Muslim-menikah di bulan syawal
Image by anas imam from Pixabay

Beberapa orang memilih menikah di 1 Syawal. Namun demikian ada pula yang mempertimbangkan tidak memilihnya. Mengapa demikian? Karena meski momen itu sangat baik namun beberapa orang khawatir jika kerabat dekat mereka seperti teman kerja, teman komunitas, atau yang lain tidak dapat menghadiri undangan pernikahan. Namun ini bisa diatasi dengan memilih hari ijab-kabul pada tanggal 1 syawal, dan memilih hari resepsi di waktu yang lain.

Pesan vendor atau event organization jauh – jauh hari supaya persiapan acara lebih matang. Karena tidak semua vendor membuka jasanya pada saat Idul Fitri. Apabila tidak memakai jasa vendor pun acara pernikahan tetap dapat berjalan dengan bantuan saudara, tetangga, atau kerabat yang sudah siap.

2. Kembali Suci Seperti Terlahir Kembali

Bulan Syawal mengembalikan jiwa kita menjadi suci seperti selembar kertas putih. Dosa – dosa kepada sesama manusia telah terhapuskan dengan permohonan maaf satu sama lain. Sedangkan menikah adalah adalah ibadah untuk menyempurnakan agama. Akan terasa lebih indah jika melangsungkan pernikahan dalam keadaan dosa yang telah terampuni bukan?

Kembali Suci Seperti Terlahir Kembali-menikah bulan syawal

Ada lagi saat prosesi pernikahan pastinya ada tradisi “sungkem” dengan dua pasang orang tua. Kesakralan akan terasa sampai dalam hati dengan mengharap restu dari orang tua.

3. Kumpul Keluarga Besar Menjadi Momentum pas Menikah di Bulan Syawal

Momen kumpul bersama keluarga besar sangat jarang bisa terlaksana apalagi jika masing – masing keluarga bertempat tinggal yang cukup jauh.

Pada bulan Syawal, mayoritas orang mengambil waktu cuti. Kesempatan ini dapat mengumpulkan keluarga yang jauh sekaligus untuk menyaksikan ikrar pernikahan. Kehadiran keluarga besar menambah rasa suka cita tersendiri bagi kedua mempelai.

4. Euforia Penuh Cinta di Bulan Syawal

Rasa bahagia saat memasuki bulan syawal terus terasa bahkan hingga berakhirnya bulan kemenangan. Seiring dengan itu, semakin tumbuh pula rasa cinta antar anggota keluarga. Ketika rasa cinta antara keluarga terus terbangun, segala langkah pun akan terasa indah.

Seperti halnya jika memilih hari pernikahan pada bulan syawal. Kedua belah pihak keluarga akan menunjukan senyuman terbaiknya. Senyuman itu terlahir dari cinta bertumbuh. Tidak kalah dengan part kemesraan yang ada di dalam sinetron.

5. Anjuran dari Nabi Muhammad Saw

Yang paling istimewa dari melangsungkan pernikahan di bulan syawal yaitu karena anjuran Rasulullah saw. Beliau adalah teladan bagi seluruh umat muslim yang ada di muka bumi. Rasulullah saw menjalani ibadah pernikahan dengan istrinya, Sayyidatina Aisyah ra.

Pada salah satu hadits riwayat muslim, Aisyah ra menceritakan bahwa Nabi Muhammad saw menikahi dan membangun rumah tangga dengan beliau pada saat bulan syawal. Aisyah ra juga mengatakan bahwa beliau merupakan isteri yang beruntung karena dinikahi Nabi Muhammad saw di bulan Syawal.

Dalam hadits tersebut sangat jelas bahwa menikah di bulan syawal memiliki keistimewaan yang sangat jelas. Di sisi lain, beberapa orang bangsa jahiliyah pada masa itu percaya bahwa menikah pada bulan syawal itu membawa kesialan dan malapetaka. Hal itu sangat berbanding terbalik dengan anjuran dari Aisyah ra.

Jika tidak dapat kesempatan menikah di bulan syawal, tidak perlu sedih dan berkecil hati. Karena sejatinya pernikahan itu tidak hanya dilihat dari waktu pelaksanaan ijab kobulnya saja. Tetapi juga dilihat dari kesiapan baik dari kesiapan mental hingga finansial.

BACA JUGA : Tanda Suami Sayang Istri

Karena pernikahan merupakan ibadah yang berlangsung seumur hidup. Ketika janji sudah diucapkan di hadapan wali, saksi, keluarga, dan Allah swt, maka tanggungjawab atas ibadah pernikahan dijatuhkan kepada dua insan yang dinikahkan.

Tentu sebelum melangsungkan pernikahan di bulan Syawal kedua belah pihak dari pasangan sudah mempertimbangkan berbagai kemungkinan dan persiapan. Seperti tenda, make up, katering, tenaga pembantu, dan sebagainya. Persiapan lebih baik dari jauh – jauh hari supaya bisa mendapatkan vendor yang sesuai dengan keinginan.

Prosesi adat juga tidak ketinggalan meskipun ada beberapa yang tidak menggunakan adat pada pernikahannya. Pada masa sekarang sudah banyak berlangsung pernikahan modern tanpa adat dan budaya. Meski begitu pernikahan tetap sah apabila memenuhi syarat rukun nikah pada agama islam. (Tamara Suci)

Yuk Share Artikel Ini !

Tinggalkan komentar