Lima Tren Parenting di Tahun 2021 yang Makin Berkembang | Beauty Moms

Cover Image for Lima Tren Parenting di Tahun 2021 yang Makin Berkembang | Beauty Moms
BM
Buna Mirza

Lima Tren Parenting di Tahun 2021 yang Makin Berkembang

Sama seperti pakaian, musik, dan media, pola pengasuhan orang tua terhadap anak juga memiliki trennya sendiri.Tren biasanya bersifat sementara, tetapi di era media sosial, tren itu menyebar seperti bola api ke seluruh dunia. Kira-kira bagaimana tren parenting di tahun 2021?

Pada tahun 2021, kita dapat melihat orang tua menjadi lebih kreatif. Dari kebiasaan memberikan makanan sehat hingga praktik disiplin dengan pola baru kepada anak-anak mereka. Untuk lebih jelasnya, berikut lima gaya parenting yang dapat kamu terapkan sebagai orang tua di tahun 2021

1.Organic Parenting, Lebih Ramah Lingkungan

Gaya parenting yang ramah lingkungan sudah berkembang pesat di negara-negara Skandinavian seperti Denmark, Norwegia, dan Swedia. Namun, saat ini sudah mulai diterapkan pula di Indonesia.

Adaptasi baru setahun terakhir, menjadikan para orang tua lebih peduli dalam menjaga lingkungan dan kesehatan sang buah hati.

Anak Diajak Lebih Dekat dengan Alam

Tren parenting yang dikenal sebagai organic parenting tersebut fokus terhadap gaya pengasuhan yang ramah lingkungan juga membuat anak lebih dekat dengan alam. Tak heran jika saat ini, sekolah-sekolah alam mulai banyak bermunculan, mulai dari tingkat PAUD hingga SD. Hal itu menandakan, kepedulian orang tua menjaga kelestarian alam dengan melibatkan anak-anak mereka lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Anak Diajak Mengurangi Limbah Plastik Menjadi Trend parenting di 2021 yang Terus Berkembang

Keluarga yang memiliki pola pengasuhan organic parenting biasanya akan memberi teladan kepada anak-anak mereka untuk mengurangi pemakaian plastik.

Selain itu, anak diajari untuk menggunakan listrik dan air secukupnya. Dalam pemilihan produk pun, orang tua biasanya memilih produk yang eco-living, yang limbahnya tidak membuat lingkungan tercemar.

Orangtua yang menerapkan organic parenting memberi kebebasan anak-anak mereka untuk menjelajah gunung, bukit, sungai dan sebagainya. Mereka tidak khawatir jika anak-anak bermain lumpur maupun tanah karena hal tersebut justru dianggap bisa mengasah sensorik anak. Tren organic parenting juga membebaskan anak-anak untuk aktif bergerak, berlari, bersepeda, bermain bola dan kegiatan menantang lainnya

2.Telehealth, Gunakan Teknologi untuk Berbincang dengan Dokter

Mengakses layanan kesehatan tidak harus bertatap muka. Dengan bantuan gadget, orang tua bisa konsultasi dengan dokter melalui fitur aplikasi di gadget. Transfer rekam medis dari satu pasien ke dokter melalui internet juga bisa lebih cepat.

Pola semacam ini disebut dengan telehealth. Telehealth pada prinsipnya memanfaatkan teknologi sehingga mempermudah akses pelayanan kesehatan. Layanan telehealth dapat membantu saat pasien sedang menjalani rawat jalan di rumah atau dikenal sebagai home care. Dokter maupun perawat bisa memantau cukup dengan panggilan video. Contoh lain, wanita yang baru menjadi ibu juga bisa melakukan konsultasi laktasi dengan dokter melalui sebuah aplikasi di gadget.

Mungkin sepanjang tahun 2020 lalu, mengatur janji bertemu atau konsultasi dengan dokter secara virtual masih terasa canggung. Karena masih dalam tahap coba-coba. Tapi tahun ini, jadwal bertemu dokter yang diatur secara virtual akan menjadi kebiasaan baru dan terus akan berlangsung seperti itu. Selain mudah, pasien juga tidak perlu mengantri di ruangan yang membosankan.

Baca juga : Anak Sudah Siap Makan, Ini Lima Poin Penting MPASI Rumahan ala WHO

Para dokter juga melakukan hal yang sama. Mereka ikut menyesuaikan diri dengan memberi konsultasi dari balik layar. Jika orang tua ingin bertanya-tanya terkait kesehatan anak, tidak perlu dibawa ke dokter kecuali kondisinya butuh pemeriksaan secara langsung

3. Digital Parenting, Laptop dan Gadget Menjadi Teman

Sudah nyaris setahun, anak-anak melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Begitu juga dengan orang tua yang menjalani Work From Home (WFH). Semua mengandalkan aplikasi digital baik menggunakan laptop maupun gadget. Anak lebih banyak menjalani program belajar dari rumah. Sehingga sangat akrab menggunakan handphone maupun laptop layaknya seorang teman.

Digital Parenting, Laptop dan Gadget Menjadi Teman-tren parenting 2021

Kondisi demikian melahirkan digital parenting. Pola pengasuhan anak dalam digital parenting disesuaikan dengan kebiasaan anak yang akrab dengan perangkat digital. Orang tua mulai menanamkan sikap bijak dalam penggunaan internet serta membuat aturan agar anak tidak kelewat batas.

Dalam digital parenting, laptop dan gadget tidak lagi dianggap sesuatu yang negatif. Pasalnya, untuk sekolah daring, semua tugas dikirim melalui sambungan internet. Orang tua yang tadinya awam internet, perlahan mulai menyesuaikan diri dan berusaha mendampingi anak. Orang tua mulai belajar mengunggah tugas yang diberikan sekolah melalui media sosial atau aplikasi yang lain.

Cara berkomunikasi dan berinteraksi juga beralih menggunakan gadget. Beberapa sekolah mengadakan wisuda TK secara virtual. Anak tak perlu hadir ke sekolah. Jika ada keluarga yang sedang merayakan ulang tahun juga bisa hanya dengan video call.

Baca juga : 5 Kiat Memilih Sekolah Terbaik untuk si Kecil

Studi terbaru oleh Federasi Amerika, hampir 40% orang tua berencana untuk melanjutkan sekolah online untuk anak-anak mereka. Didukung dengan kondisi perusahaan atau tempat bekerja orang tua yang masih menerapkan WFH, orang tua lebih fleksibel mendampingi anak dalam belajar secara online.

Walaupun laptop dan gadget sudah seperti teman, ada beberapa hal yang harus diwaspadai. Orang tua harus memastikan konten atau aplikasi yang diakses anak-anak sudah aman. Namun tetap harus berdiskusi dengan anak tentang aturan penggunaan perangkat digital. Selain harus tegas memberikan batas, mana konten yang boleh dan tidak boleh diakses anak.

Setelah itu baik orang tua maupun anak membuat kesepakatan tentang aturan penggunaan perangkat digital serta konsisten mematuhinya. Terakhir, orang tua juga perlu meluangkan waktu menikmati perangkat digital bersama anak, mencari manfaatnya bersama-sama.

4.Tren Pola Makan Sehat

Tren besar di tahun 2021 adalah orang tua mengubah kebiasaan di keluarganya dengan memberi makanan sehat. Orang tua mulai mendidik anak supaya terbiasa mengonsumsi makanan sehat.

Tren Pola Makan Sehat menjadi tren parenting 2021

Kondisi ibu yang kini memilih bekerja dari rumah bisa membuatnya fokus membuat anak menyukai makanan-makanan sehat seperti sayur dan buah, daging unggas tanpa kulit, ikan, susu atau produk olahan susu rendah lemak, daging tanpa lemak, atau roti gandum.

Orang tua juga membiasakan memilih bahan makanan secara teliti. Tak hanya itu, label nutrisi pada kemasan makanan juga dibaca dengan seksama. Program menurunkan ataupun menaikkan berat badan anak tampaknya akan mulai menjadi perhatian orang tua.

Agar anak lebih mencintai makanan sehat, pola didikan orang tua pun ikut berubah. Jika biasanya anak hanya berperan sebagai penyantap makanan, saat ini orang tua akan mengajak anak agar terlibat dalam menyiapkan dan memasak di dapur. Dimulai dari ikut berbelanja bahan makanan sehat dan memilih jenis makanan sehat yang sudah ditentukan.

Lalu ketika pulang ke rumah, anak bisa belajar mencuci tangannya, mencuci buah dan sayuran, serta membantu mempersiapkan bekal di kotak makannya sendiri.

tren-parenting-2021

Kualitas waktu yang lebih banyak, membuat orang tua dan anak akan sering makan bersama. Ya, makan bersama, bisa menjadi sebuah kebiasaan. Makan bersama keluarga membuat anak bisa lebih banyak mengonsumsi makanan sehat, kenapa? Karena suasana menyenangkan di meja makan membuat anak betah akan berkumpul bersama keluarga. Mengkonsumsi makanan sehat bersama keluarga akan menjadi salah satu tren parenting di 2021 yang terus berkembang.

5. Lebih Terbuka dan Berempati

Kesehatan mental dan kesejahteraan anak-anak menjadi fokus orang tua pada tahun 2021. Setahun lebih adaptasi batu membuat para orang tua belajar lebih terbuka, berempati, dan pengertian. Bekerja dari rumah saja memiliki dampak cukup besar, yakni orang tua lebih terhubung dengan anak-anak mereka.

Lebih Terbuka dan Berempati menjadi tren  parenting 2021

Orang tua mulai menyadari mereka adalah contoh hidup anak-anak bagaimana bertahan dalam situasi sulit. Jadi, dibutuhkan ketahanan emosi, spiritual, dan mental yang baik. Tak perlu menjadi yang terbaik, hanya berusaha tetap tenang dan optimis menjalani kehidupan.

Memang tidak ada orang tua yang sempurna di dunia ini. Namun, tiap orang tua pasti ingin melakukan yang terbaik untuk sang buah hati. Dengan menerapkan pola asuh yang tepat, anak-anak akan tumbuh sehat dan bahagia. Semoga dimudahkan. (buna mirza)

More Stories

Cover Image for Tidak Hanya Bermodal Tampang, Ini Deretan Aktor Korea Multitalenta | Beauty Moms

Tidak Hanya Bermodal Tampang, Ini Deretan Aktor Korea Multitalenta | Beauty Moms

Beberapa aktor Korea Selatan harus multitalenta guna menunjang karirnya di dunia hiburan seperti menyanyi, musik, pembawa, tidak cuma tampang

NA
Naraya Ayudia
Cover Image for Tutorial Arabian Makeup Look Mudah Wajib Coba | Beauty Moms

Tutorial Arabian Makeup Look Mudah Wajib Coba | Beauty Moms

Arabian makeup look identik dengan tampilan bold dan dramatis. Tutorial membuat arabian makeup look antara lain: 1. Skincare 2. Foundation...

LV
Lobelia Vira
Cover Image for Amalan-amalan Wanita Haid Saat Bulan Puasa | Beauty Moms

Amalan-amalan Wanita Haid Saat Bulan Puasa | Beauty Moms

ramadhan bulan yang penuh dengan keberkahan. saat sedang haid wanita tidak bisa berpuasa, namun banyak amalan yang bisa dilakukan saat puasa.

ES
Elena Soraya
Cover Image for Tips Memilih Pakaian Wawancara Untuk Wanita | Beauty Moms

Tips Memilih Pakaian Wawancara Untuk Wanita | Beauty Moms

tips memilih pakaian wawancara untuk wanita yang kekinian dan fashionabel namun tetap terlihat sopan dan formal di depan hrd perusahaan

ES
Elmeira Sabrina
Cover Image for Ini Etika Orang Korea Saat Makan, Ada yang Sama Ngga sih dengan Orang Indonesia | Beauty Moms

Ini Etika Orang Korea Saat Makan, Ada yang Sama Ngga sih dengan Orang Indonesia | Beauty Moms

Siapa tahu kamu berwisata ataupun tinggal di Korea. Ada baiknya belajar tentang etika makan ala Korea, ada nggak yang sama dengan orang Indonesia.

KZ
Keisha Zain